Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2013

Memaknai masa buku Gaza I`m Coming berumur 9 bulan

      Naskah buku ini kutulis sejak masih duduk dibangku kuliah. Saling berkomitmen dengan sahabat yang kala itu menjadi cerminan untuk konsisten berkarya. Duduk di balkon sekolah MA dengan arah menghadap matahari terbit. Saling berpacu dengan waktu dan selalu rindu dengan pertanyaan teman-teman yang membaca satu demi satu buku tulis Mirrage atau sidu (kala itu media kami adalah buku tulis bermerk tersebut dengan jumlah halaman yang kadang bervariasi. 36 hingga 54 halaman. Excited setiap muncul pertanyaan itu adalah hadiah yang membuat derap pacuan kami semakin tinggi, hingga tercetuslah kelak ia akan mampu menembus batas wilayah kampus, hingga tembus keluar daerah Balikpapan, menuju Jogja, Jakarta, Samarinda and all.             Akhirnya terjawab sudah, setelah selepas kuliah, disela waktu-waktu kerja yang padat, RISET pertama akan kelengkapan data naskah Gaza Im Coming mulai beroperasi (cie). Pela...

OPINI : Memerdekakan Indonesia dari KKN

Surat kabar, berita-berita televisi seolah tak pernah kering berbicara tentang KKN, mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali, berita ini seolah menjadi hot news yang tidak ada endingnya, nyaris sama seperti bunyi pepatah “mati satu tumbuh seribu” KKN satu muncul yang baru” dan anehnya belum ada penyelesaian yang mampu membuat jera pelaku KKN. Jika hari ini berbicara tentang A maka bulan berikutnya akan muncul cerita B dan terus bergulir akan muncul tokoh baru dari pelaku KKN yang tak kunjung berkurang. Anehnya lagi para pelaku KKN banyak bermunculan dari tubuh pemerintahan. Pertanyaannya, ada apa dengan pemerintahan direpublik tercinta ini?  Mereka yang terlibat KKN juga mayoritas dilakukan  oleh mereka yang mengerti hukum dan faham akan hukum serta terpilih karena kepercayaan rakyat yang utuh. Jadi, mengapa bisa kepercayaan jutaan penduduk Indonesia dikhianati?. Terlalu banyak kisah KKN yang pada akhirnya menempatkan Indonesia kepada urutan tertinggi KKN di Asia, so...

CERPEN: Diary Fay tentang bunda

Hua..ha..ha…. Tawa juga lengkingan itu terdengar riuh keluar dari kelas 2 tempat dimana bu Hanum diamanahi sebagai wali kelas dengan 21 jumlah siswa yang ia tangani bersama 2 orang guru lainnya. Anak-anak sentak riuh mengelurkan suaranya ketika Bu Hanum mengajarkan IPA dengan menentukan kelompok berdasarkan bunyi suara hewan yang anak-anak tirukan untuk mencari kelompoknya. Riuh suara yang mampu menciptakan aura bahagia pada wajah seluruh siswa.               Namun ada satu wajah yang membuat bu Hanum diam-diam terus memperhatikannya. wajah cantik itu milik Fay yang tetap diam dengan wajah sedihnya memeluk boneka panda yang selalu ia bawa jika berangkat ke sekolah.               “Fay, boleh ibu duduk disini?” Tanya bu Hanum menarik kursi setelah anak-anak yang lain sibuk mengerjakan tugas. Fay hanya menatap wajah bu Hanum disertai gelengan kecil. Bu...

CERPEN: Semua Karena Cinta

Senin, 060409 Perempatan jalan Gatot Subroto balikpapan, 09:00 pm Untuk yang kesekian kalinya, mataku kembali menangkap wajah lelaki itu. Wajah yang selalu tersenyum dibalik wajahnya yang terkena sinar lampu jalan dari segala penjuru. Wajah yang tersenyum didepan pelanggannya yang datang juga pergi, dibalik gerobak dorongnya dengan kesibukannya, melayani mereka. Disana, dibalik gerobak dorongnya sebuah kompor menyala dengan nyala api yang kecil berwarna biru. Nyala yang semula kecil itu pun terlihat hilang sama sekali, ketika hembusan angin menyapanya dengan hembusannya yang kecil namun cukup untuk membuat nyala itu hilang untuk sekejap. Diatasnya, ada penggorengan mini dengan potongan tahu yang tersusun rapi, berenang dalam minyak yang masih terlihat bening. Tak jauh dari sana, telah tersusun tiga pembungkus yang sudah terisi potongan lontong, beberapa mentimun, kecambah, sedang  menunggu campuran berikutnya yang sementara diolah.       ...

CERPEN: Di bawah rintik hujan

Rintik hujan jatuh satu persatu melalui genteng rumah, jatuh menimpa dedaun juga apapun yang dapat ia kenai. Rintiknya seperti sebuah irama yang menarik untuk dinikmati bersama sepoi-sepoi angin yang berhembus bersama rintik air. May dengan mensidekapkan tangannya didada terus memperhatikan tetesan hujan, mendengarkan  iramanya seksama tanpa bosan sedikitpun. Ada kenangan pada moment ini kenangan manis juga pahit yang melebur menjadi satu. Sesekali desahan nafasnya terdengar berat untuk keluar. Balutan jaket kulit khas tak lagi menghangatkan tubuhnya dikarenakan hawa tubuhnya kini tengan dingin sedingin udara diluar dengan rintiknya yang kian lama kian bertambah deras.             May tak pernah tahu mengapa semua harus terjadi dalam rentang waktu yang singkat. Tatkala Rafa datang membawa senyum untuknya dengan paket menawan mawar merah ditutupi plastik putih, dan mengapa selalu bunga mawar merah yang terpilih menjadi b...

MEMERDEKAKAN INDONESIA DARI KKN

Surat kabar, berita-berita televisi seolah tak pernah kering berbicara tentang KKN, mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali, berita ini seolah menjadi hot news yang tidak ada endingnya, nyaris sama seperti bunyi pepatah “mati satu tumbuh seribu” KKN satu muncul yang baru” dan anehnya belum ada penyelesaian yang mampu membuat jera pelaku KKN. Jika hari ini berbicara tentang A maka bulan berikutnya akan muncul cerita B dan terus bergulir akan muncul tokoh baru dari pelaku KKN yang tak kunjung berkurang. Anehnya lagi para pelaku KKN banyak bermunculan dari tubuh pemerintahan. Pertanyaannya, ada apa dengan pemerintahan direpublik tercinta ini?  Mereka yang terlibat KKN juga mayoritas dilakukan  oleh mereka yang mengerti hukum dan faham akan hukum serta terpilih karena kepercayaan rakyat yang utuh. Jadi, mengapa bisa kepercayaan jutaan penduduk Indonesia dikhianati?. Terlalu banyak kisah KKN yang pada akhirnya menempatkan Indonesia kepada urutan tertinggi KKN di Asia, so...