Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

mengapa aku harus mengalah?

Coba tanyakan mengapa aku harus mengalah dengan impian. Impian yang sudah dibangun sejak beberapa tahun lalu yang juga bukan tanpa hambatan dan rintangan. Mengapa aku harus mengalah? mengalah hanya karena omongan orang ataupun karena keengganan akan komitmen kurasa semua itu bukan menjadi hambatan untuk mengatakan BERHENTI. Justru ketika langkah itu berhenti hanya kerena kata orang, maka kita kalah pada keputusan diri. Jika kalah karena rasa malas, toh itu biasa. tinggalkan dahulu, carilah aktifitas yang dapat menyegarkan lalu kembalilah fokus, ini juga mudah, tinggal bagaimana mengelolanya. Jika karena komitmen, maka komitmen itupun bisa terus dipertajam. bentangkan kertas putih, tulislaah sebab jika harus mengalah pada impian. kerugiannya yang pasti lebih banyak. Pikirkan pula usaha yang sudah dibangun sejak dahulu, bertahun-tahun. mungkin airmata pernah mengalir, tubuh letih dan sakit... Pikirkan semuanya. Jangan pernah fokus pada perkataan orang. jika mengalah hari ini, mak...

Belajar dari mereka...

Pernahkah kamu merasakan bahwa belajar dari seorang akan kecil adalah kebodohan? Jika seperti itu, buang semua prasangka itu jauh-jauh dari benakmu. Sebab boleh jadi mereka memiliki sesuatu yang lebih atau bahkan lebih baik dari diri kita. Mereka mengajarkan kepada kita bagaimana bersikap apa adanya. mengajarkan bagaimana mengatur emosi, melatih kesabaran dan bagaimana mempergunakan waktu sebagai mana mestinya. Suatu ketika aku tengah berdiri di pinggir taman sekolah tempat aku sejenak memberikan apa yang aku bisa berikan. seorang anak minum sambil berdiri dengan santai, meskipun beberapa orang teman sering mengulang-ulang bahwa hal itu tidaklah dibenarkan. Maka akupun melangkah pasti, menegur dengan bahasaku sendiri. Aku bukanlah guru etika namun aku merasa akupun butuh mengingatkannya untuk meninggalkan kebiasaan itu. Ketika menyampaikan hal itu dengan wajah biasa ia berucap "Tuh, tadi Mr. X minum berdiri boleh..." Liriknya. aku ternganga "Oh my god!" aku te...

Antara ada dan Tiada

ehm... Jangan berprasangka jika saya menuliskan judul itu karena tak menghargai buah karya orang lain.. Ini hanya menggambarkan sebuah kejadian yang sedikit banyaknya menyita waktu dan energi. Memiliki teman adalah keharusan, sebab kita manusia sosial. Namun apapun itu semuanya kembali tentang bagaimana cara kita menyikapinya. Pekerjaanku mungkin adalah pekerjaan bayangan (Ehm..) sebabnya sederhana. karena aku tak menyukai pekerjaan ini secara full. Aku tak suka pekerjaan yang terlalu mengikat. Bagaimanapun juga jika kondisinya seperti ini justru akan mempersulit pikiran dan keputusan untuk dapat melakukan tugasnya dengan baik. Antara ada dan tiada mungkin menggambarkan rasaku hari ini. Pekerjaan ini terlalu menuntut, seolah aku harus mengerjakannya terus menerus. bekerja dibawah tekanan yang terkadang terlepas dari job desk yang seharusnya memang menyita waktu. Hei...apapun itu semua memiliki porsinya masing-masing! tubuhku! fikirku~ Semua mencapai limit lelahnya hari i...

Bosan itu bagaimana menurutmu?

Bosan itu MENYEBALKAN! setidaknya itulah yang kurasakan dan kunikmati hari ini. bosan dengan aktivitas yang tak melulu memberikan tantangan. kalau toh ada maka tantangan itu justru muncul dari individu-individu yang membuat kepalaku rasanya ingin meledak saja. dahulu seorang teman pernah bilang "adakalanya ketika kita ingin berkembang lebih pesat, justru tempat dimana kita menapak tak memberikan dukungan.." aku pun demikian .. bagiku hidup itu bergerak, belajar... bukan hanya menjadi penonton lantas bertepuk tangan jika menemukan sesuatu yang seru. bosan...tak selalu menyenangkan.. seperti yang kukatakan bosan itu tak mampu dibahasakan namun dirasakan. disini, pada sudut hatimu yang sedang mengalami masa kritis. sebabnya banyak. banyak sekali! lingkungan.. teman... atasan... and all.............. semestapun sentak memberikan dukungannya... argh...aku bosan sahabat..

SEPAKBOLA DAN AZAN

            Gema azan ashar sudah menggema. Saling memanggil dari masjid satu ke masjid yang lainnya dengan satu tujuan. Mengajak kaum muslimin untuk segera menuaikan seruan untuk segera datang pada undangan Allah swt di RumahNya. Namun sebuah pemandangan sore itu membuat hembusan nafas terasa berbeda dengan sebelumnya.             Sebuah masjid berdiri kokoh dengan warna hijau yang terang di sebuah wilayah kota yang ramai, sedangkan persis di depan masjid, berjarak hanya beberapa langkah sebuah helatan sepakbola tengah berlangsung ramai dengan penonton yang menjejali hampir seluruh pinggir lapangan bahkan mencangklongkan tangannya di atas batas pagar setinggi dada orang dewasa. Tenang dan asyik menyaksikan helatan sepakbola dengan teriakan yang membahana disertai sorakan pada setiap pemain yang diidolakan.           ...

Pentingnya pendidikan karakter

Belum bisa dikatakan sekolah yang baik jika karakter lingkup yang berada di dalamnya tak sebaik karakter yang dianjurkan. Jika dikatakan IQ seseorang besar pengaruhnya dimasa mendatang, maka lain cerita jika anggapan bahwa yang menetukan kesuksesan itu bukanlah IQ dan EQ saja melainkan SQpun mengambil peranan penting. akan berbeda jika orang yang tumbuh dengan IQ yang baik namun tak bisa menghargai sekitar apatah lagi mampu menampilkan karakter sebagai model yang terbaik. berbicara SQ maka kita berbicara nilai. Nilai bagaimana sebuah transfer yang akan berlaku jangka panjang. Untuk generasi juga untuk kita sendiri.           Setiap sekolah akan mengusung nilai. Entah nilai akademik secara faktuil atau malah justru mencari nilai lebih yang mampu menunjukkan karakter terbaik. orang tua adalah peneliti yang bergerak bukan sekedar memberikan generasinya pendidikan yang layak melainkan juga dituntut jeli untuk memberikan nilai karakter seb...

Memaknai masa buku Gaza I`m Coming berumur 9 bulan

      Naskah buku ini kutulis sejak masih duduk dibangku kuliah. Saling berkomitmen dengan sahabat yang kala itu menjadi cerminan untuk konsisten berkarya. Duduk di balkon sekolah MA dengan arah menghadap matahari terbit. Saling berpacu dengan waktu dan selalu rindu dengan pertanyaan teman-teman yang membaca satu demi satu buku tulis Mirrage atau sidu (kala itu media kami adalah buku tulis bermerk tersebut dengan jumlah halaman yang kadang bervariasi. 36 hingga 54 halaman. Excited setiap muncul pertanyaan itu adalah hadiah yang membuat derap pacuan kami semakin tinggi, hingga tercetuslah kelak ia akan mampu menembus batas wilayah kampus, hingga tembus keluar daerah Balikpapan, menuju Jogja, Jakarta, Samarinda and all.             Akhirnya terjawab sudah, setelah selepas kuliah, disela waktu-waktu kerja yang padat, RISET pertama akan kelengkapan data naskah Gaza Im Coming mulai beroperasi (cie). Pela...

OPINI : Memerdekakan Indonesia dari KKN

Surat kabar, berita-berita televisi seolah tak pernah kering berbicara tentang KKN, mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali, berita ini seolah menjadi hot news yang tidak ada endingnya, nyaris sama seperti bunyi pepatah “mati satu tumbuh seribu” KKN satu muncul yang baru” dan anehnya belum ada penyelesaian yang mampu membuat jera pelaku KKN. Jika hari ini berbicara tentang A maka bulan berikutnya akan muncul cerita B dan terus bergulir akan muncul tokoh baru dari pelaku KKN yang tak kunjung berkurang. Anehnya lagi para pelaku KKN banyak bermunculan dari tubuh pemerintahan. Pertanyaannya, ada apa dengan pemerintahan direpublik tercinta ini?  Mereka yang terlibat KKN juga mayoritas dilakukan  oleh mereka yang mengerti hukum dan faham akan hukum serta terpilih karena kepercayaan rakyat yang utuh. Jadi, mengapa bisa kepercayaan jutaan penduduk Indonesia dikhianati?. Terlalu banyak kisah KKN yang pada akhirnya menempatkan Indonesia kepada urutan tertinggi KKN di Asia, so...

CERPEN: Diary Fay tentang bunda

Hua..ha..ha…. Tawa juga lengkingan itu terdengar riuh keluar dari kelas 2 tempat dimana bu Hanum diamanahi sebagai wali kelas dengan 21 jumlah siswa yang ia tangani bersama 2 orang guru lainnya. Anak-anak sentak riuh mengelurkan suaranya ketika Bu Hanum mengajarkan IPA dengan menentukan kelompok berdasarkan bunyi suara hewan yang anak-anak tirukan untuk mencari kelompoknya. Riuh suara yang mampu menciptakan aura bahagia pada wajah seluruh siswa.               Namun ada satu wajah yang membuat bu Hanum diam-diam terus memperhatikannya. wajah cantik itu milik Fay yang tetap diam dengan wajah sedihnya memeluk boneka panda yang selalu ia bawa jika berangkat ke sekolah.               “Fay, boleh ibu duduk disini?” Tanya bu Hanum menarik kursi setelah anak-anak yang lain sibuk mengerjakan tugas. Fay hanya menatap wajah bu Hanum disertai gelengan kecil. Bu...

CERPEN: Semua Karena Cinta

Senin, 060409 Perempatan jalan Gatot Subroto balikpapan, 09:00 pm Untuk yang kesekian kalinya, mataku kembali menangkap wajah lelaki itu. Wajah yang selalu tersenyum dibalik wajahnya yang terkena sinar lampu jalan dari segala penjuru. Wajah yang tersenyum didepan pelanggannya yang datang juga pergi, dibalik gerobak dorongnya dengan kesibukannya, melayani mereka. Disana, dibalik gerobak dorongnya sebuah kompor menyala dengan nyala api yang kecil berwarna biru. Nyala yang semula kecil itu pun terlihat hilang sama sekali, ketika hembusan angin menyapanya dengan hembusannya yang kecil namun cukup untuk membuat nyala itu hilang untuk sekejap. Diatasnya, ada penggorengan mini dengan potongan tahu yang tersusun rapi, berenang dalam minyak yang masih terlihat bening. Tak jauh dari sana, telah tersusun tiga pembungkus yang sudah terisi potongan lontong, beberapa mentimun, kecambah, sedang  menunggu campuran berikutnya yang sementara diolah.       ...