Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Airmatamu, berharga!

Berapa sih harga airmata? Mungkin airmata tidak berharga sama sekali, sebab ia tak memberikan nominal/jumlah Mungkin dia tak berharga sama sekali meski ditimbang dengan emas sekalipun, tapi, bagiku airmatamu berharga... Berharga untuk ditumpahkan hanya karena rasa sakit, kecewa dan patah hati. Sangat berharga kalau ditumpahkan untuk masalah sepele putus cinta.. Harga airmata, tidak bernilai disisi manusia. tapi, bagi Allah...airmatamu berharga! Dengan airmata kamu mampu mendapatkan syurga! Kenapa? kok bisa? Karena saat airmata jatuh karena takut kepadaNya, maka nerakapun enggan menyentuh. Airmatamu mampu memadamkan amarah Allah Swt dan memadamkan api yang bergolak, saat ia tumpah karena rasa takut PadaNyA. Berharga bukan? "STOP menumpahkan airmata untuk mereka yang tak menghargaimu!" "Allah Swt menghargaimu lebih dari mereka, so, palingkan cinta untukNya" Muhasabahcintadipagiku

Rindu itu...

Rindu itu tak melulu bicara airmata Rindu itu paket harapan yang bersatu dengan cinta Rindu itu tak melulu bicara "I miss You" Rindu itu tak melulu harus disuarakan, Rindu itu meski tak kau suarakan, ia akan tetap ada di sini, pada hatimu, pada bait doamu. lalu, Rindu itu adalah anugerah dimana engkau dapat mendoakkannya dalam dekapan hangat, lalu biarlah rindu itu tetap ada, pada setiap lembaran doa.

cinta itu...

Cinta itu tentang percaya Cinta itu tentang rasa nyaman dan cinta itu tentang bahagia Catcil rinduku...

Pst…besok kiamat!

Jika aku mengatakan “besok kiamat…” Apa aku layak dipercaya? Atau apakah pernyataanku membuat dunia heboh, atau penduduknya was-was setiap detik, menit, dan jamnya? Aku tak tahu pasti. Tapi yang kutahu media begitu hebat bahkan lebih hebat dibandingkan Tuhan. Media mampu menciptakan “sensasi” maha dasyat hingga urusan perkara penting sepenting kiamat mampu diprediksi. Masih ingat banget dengan ramalan suku maya beberapa tahun silam akan kiamat yang akan terjadi. Wesh!...seperti anak panah yang di lepaskan, bermula dari ramalan yang muncul di media maka dunia heboh. Bahkan beberapa negera mempersiapkan bekalnya, khawatir kiamat akan mengambil kesenangannya ^6^ atau semua semakin diperparah dengan munculnya film yang berisi tentang kiamat. Aku ikut menyaksikan pertunjukan media yang super heboh, dengan film yang kokon katanya memberikan rasa takut pada golongan manusia. Justru bulan September yang menurut pendapat dan lagi-lagi di”telurkan” oleh media akan kiamat, sudah kuhit...

Aku dan benda 14 inci itu

MIMPIKU terhalang karena tak memiliki sarana saat ingin memindahkan naksah dari buku untuk diketik menjadi naskah utuh. Itu terjadi disaat jelang semester akhir saat dimana gemuruh pada dadaku akan harapan-impian-dan cintaku akan naskahku tumbuh. Tumbuh greget justru saat-saat jelang penyusunan skripsi. Aku menyadari kekurangan orangtuaku untuk dapat memberikan sesuatu “mesin tik, computer atau laptop” hanya akan berhenti dianganku. Sebab yang pernah kubilang orang tuaku bukan lah bertitle borju dengan dompet tebal, dengan semua hal yang kami butuhkan ada saat meminta. Orang tuaku boleh tak borju, tapi insyaAllah mereka “borju” untuk urusan akhirat. Allah swt selalu punya rencana indah. Di tempat kuliah yang kebetulan saat itu aku menjadi pengurus BEM diberikan ruang dimana disanalah terletak benda 14 inci itu. Hitam dengan tuts-tutsnya yang berbunyi kencang. But dari sinilah seberkas harap yang masih tersisa bersinar terang. Aku mendapat restu untuk menggunakan computer BEM...

Belajar dispilin dari shalat

DISIPLIN itu sederhana, sangking sederhananya hanya orang tertentu yang dapat hidup diatur dengan kedisiplinan. Banyak artikel yang menuliskan tentang manfaat disiplin dalam segala hal dapat memberikan efek yang sangat baik dalam pekerjaan apapun. Bahkan beberapa Negara menerapkan kedispilinan adalah hal yang sangat penting dalam tatanan negaranya. Sebutlah Negara itu Jepang, dengan luas wilayah yang tak sebesar Indonesia, tak strategis Indonesia, juga sangat berpotensi akan bencana dibandingkan Indonesia. Tapi, lihatlah, diantara dua Negara ini malah justru Jepanglah negera Asia yang pertama kali masuk dalam jajaran Negara maju, bukan Indonesia. Padahal Indonesia punya banyak plus yang seharusnya bisa menempatkanyya sebagai Negara Maju. Jepang luar biasa disipilin bahkan Negara ini menerapkan disiplin dimulai dari budaya antre. Antre adalah kebiasaan yang luar biasa melatih kesabaran. Bayangkan sosok kita yang antre dikasir pembayaran saat belanja bulanan. Setiap beberepa det...

Passion such as favorite fruit

Beda redaksi kalimat maka beda pula apa yang akan menjadi pandangan orang lain. Selalu menarik saat menyampaikan tentang passion. Beda rasa tentunya saat kita menyampaikan sesuatu yang bukan bidangnya kita, dan tidak dikuasai baik oleh kita. Saat kita menyampaikan sesuatu yang menjadi passion kita maka gemuruh cinta pada dada, detak jantung gegap-gempita, bahkan rona pada wajah pun luar biasa.  Bagiku, passionku luar biasa, aku menikmatinya seperti aku menikmati lumernya cokelat, rintik hujan dan aroma tanah kering, bahkan seperti aku sedang mengigit perlahan-lahan buah kesukaanku. that simple! sebab ada cinta saat aku menbicarakannya-menceritakannya. Tak pernah lelah rasanya untuk terus menjadikannya topik paling keren saat bersama siapapun, termasuk siswaku di ruang kelas bahasa. Suatu ketika aku melakukan percobaan sederhana tentang deteksi rasaku tentang passionku dengan pekerjaan yang kugeluti saat ini sebagai pendidik di sebuah sekolah swasta yang full day. terny...

Apa kabar generasi?

Bukan pemandangan biasa kukira, saat aku menyaksikan wajah polos dengan seragam sekolah menghampiri setiap pejalan kaki, pengguna jalan kendaraan roda dua atau empat saat lampu merah dengan membawa botol minuman meminta uang/sumbangan, menjaja Koran, atau malah duduk di jembatan penyeberangan duduk memelas dengan tangan menengadah. Bukan hal biasa. Sore ini aku menemukan generasi-generasi ini berkeliling meminta uang pada orang-orang yang terjebak lampu merah. Tiga anak kecil usia SD yang seharusnya tidak berfikir keras mencari biaya hidup, atau mereka bukan usia yang layak untuk dipekerjakan. Mereka seharusnya duduk belajar-membekali diri untuk masa depan. Tapi, bagaimana kalau hidup mengharuskan mereka ada disepanjang jalan?. Aku percaya segala sesuatu pasti ada solusinya, termasuk tentang generasi kita ini. Olehnya aku sangat mengapresiasi usaha seorang teman dan mereka yang peduli akan nasib generasi dengan mempersiapkan rumah singgah, membekali mereka dengan nilai agama...