Dahulu, saat aku belum dikatakan dewasa, Aku memimpikan banyak hal. Seperti anak lainnya, aku ingin… Sepatu, Tas, Pencil, Buku dongeng, Bahkan sebuah sepeda berwarna pink. Namun… Aku tak pernah memilikinya. Semua hanya sebatas angan-anganku. Suatu ketika aku tersadar ini hanya inginku saja, Dan tak akan berbuah nyata! Hingga…. Aku menertawai diriku sendiri.. Saat aku tahu, Aku bisa mewujudkannya lewat membelinya, Aku mendatangi ayah. Dengan wajah memelas juga menghiba Aku meminta pada ayah untuk membelinya. Tapi, ayah hanya terpaku…. Lalu… Ayah mengajakku untuk ke teras rumah. Ayah melemparkan sebuah benda berbentuk bundar, Pada rerumputan yang tumbuh subur di pekarangan rumahku.. “Carilah..!” Kata ayah. Mataku menatap ayah lama. Ayah mengulang kembali… “Carilah koin itu!” Ayah memintaku menemukan benda itu, Sebuah koin yang kuketahui adalah uang. Aku mengikuti perintah ayah, Mencari… Menarik rerumputan… Men...
Komentar
Posting Komentar