Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

cerdik melihat "masalah"

Terkadang pola pikirku menjadi hal yang paling menakutkan menurutku. ada saat dimana aku menganggap sesuatu bukan masalah yang harus "dipermasalahkan", namun menjadi masalah bagi sebagian orang. "Ini bukan waktunya mempersulit sesuatu. jika bisa dimudahkan, yaah mudahkanlah!" itu kataku. Namun aku rasa ini hanya menjadi inginku. Buktinya berapa banyak masalah kecil yang dibesar-besarkan disekelilingku.Sederhananya adalah masalah "Makanan". ada apa dengan masalah makan-memakan ini? menurutku masalah ini bukanlah hal yang harus kupikirkan hingga porsinya pada otakku lebih besar dari porsi lainnya. Namun entah mengapa masalah ini seolah-olah adalah masalah besar yang membuat kepalaku berusaha mencernanya dengan baik. Dimana letak masalahnya? Dari kejadian hari ini seputar masalah "Makan-memakan" aku akhirnya berfikir seharusnya aku harus lebih cerdik dalam melihat "masalah" itu. Nah...secerdik apa itu mungkin dalam skala prioritas dan pen...

Ini mauku...

Menemukan diriku dalam kondisi paling menyedihkan sangatllah gampang. Kondisi yang menakutkan bagiku adalah saat futur itu benar-benar meraja. Mengambil semua kesadaranku, memporakporandakan jadwal. Pada akhirnya aku mencari solusi kemana-mana. Aku mencoba dari mendengar musik2 melankolis dan membuka kembali memory tentang musik2 kenangan. weslife, M2M, BB..namun aku tak menemukan ketenangan yang membuatku lebih baik. Aku memilih memutar film2 drama hingga mampu menghabiskannya berepisode-episode, Namun tetap sama.. efeknya sama sekali tak memberikan pengaruh apapun. Aku mulai membuka koleksi buku-bukuku, namun tetap sama. tak ada yang menjawab pertanyaan demi pertanyaan dari benakku.  karenanya aku memutar langkah ke toko buku, makan ice krim, nulis di sebuah mall bahkan melihat debur ombak. semuanya nihil. semuanya hanya memberikan kesenangan sesaat... puncak dari itu semua aku mulai berbenah, benar-benar berbenah diri.. membuka Al-Qur`an, membacanya, menghayati isinya.. a...

Belajar dari kematian..

Hari ini, tepatnya pagi tadi aku menerima kabar tentang kematian tetanggaku yang kukenal sejak kanak-kanak. Kematian yang kembali mengingatkan aku akan beberapa orang terkasih yang lebih dulu pergi. Sahabatku yang luar biasa, yang mencintai dan merindui syahidah, yang rendah hati, yang selalu akrab dengan alqur`annya. Ukhtyku Masyi`ah Fauziah...kecelakaan yang mengantarnya menjadi syahidah bersama bayi yang ia kandung, bayi yang dalam hitungan hari sebenarnya siap untuk terlahir. namun...Ia belum sempat melihat dunia ini, Syurga lebih memilihnya membuka matanya untuk pertama kali.. dia tetap abadi dan kukenang *Kangen banget sama sosoknya yang periang, ramai, dan hangat..*. selain sahabatku, adik kecilku, yang sangat berarti bagiku juga pergi selamanya, abadi di syurgaNya. kematian yang menjemputnya tepat di awal tahun 2014 tanggal 5 Januari 2014. Sabtu yang kelabu, sabtu yang menjerit...*Kangen ketika ia memanggilku "Kholaaaaaaaa" dengan senyum khas dan kucuran keringatnya....

Alhamdulillah Im Fine..

Im fine.... F I N E Alhamdulillah hari ini aku baik2 saja. Dengan semuanya. sebab aku sedang membangun gedung PT Positif Thinking pada dirku.

Berdamai dengan hati

Beberapa waktu lalu emosi itu masih berteman akrab denganku. Bahkan parahnya kecewa itu nimbrung. Tapi, itu kemarin dan kemarinnya. Hari ini dan mungkin sampai nanti aku berharap keadaannya stabil kembali. Kembali menata niat, mencari alasan mengapa aku sampai ada disini, bertahan dengan segala hal yang membuat otakku nyaris selalu berisi keluhan.. empat hari lalu sebuah diskusi ringan dengan kakak lelaki tertua yang tiba2 hadir membuat hatiku memilih berdamai dengan keadaan yang ada. *Nih sesi tumben2an si kakak datang, saat dilema yang panjang terjadi pada hatiku* (Mungkinkah Allah swt mengirimkan hadirnya untuk menata ulang hatiku, niatku?) *mungkin juga nanti aku akan memikirkannya kembali* yeah..(menghela nafas) "Jika kamu mampu melakukan perubahan meskipun sederhana, mengapa tidak?" ucap beliau secara tersirat padaku. mataku yang tak bulet mancoba untuk berputar mencerna ucapan ini. ucapan yang akhirnya menemukan aku pada kenyataan bahwa "Aku mampu mendesain sesu...

aku kecewa lagi...

Tak sesederhana yang kupinta  ternyata, ... Jika ada yang bilang sakitnya seperti menelan pil pahit, Yah.....pahit banget. ^_^ Nah, kawan disini aku hanya ingin berbagi kisahku, hanya sedikit *mengedipkan mata*, Jika memungkinkan ingin rasanya mataku tak sekedar berkaca, tapi juga berurai airmata. Mungkin pula ini salahku, selalu menuntut kesempurnaan meskipun aku tahu aku tak sesempurna itu dan pemilik kesempurnaan itu hanya milikNya. *mengkerutkan dahi..* tiba2 bingung mw nulis apaan. Tiba2 seperti yg ada di komik2 serasa ada lampu berkedip di samping kepala kananku *cring!* Nah,...tuh...aku lupa. Pada intinya aku hanya ingin menuliskan bahwa aku sedang kecewa, lagi dan  lagi...hanya itu dan aku hanya ingin mengembalikan fikirku akan harapan padaNya yang tidak pernah diberikan kekecewaan *ampun ideku benar2 nguap..huah.........