Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2014

Belajar dari kematian..

Hari ini, tepatnya pagi tadi aku menerima kabar tentang kematian tetanggaku yang kukenal sejak kanak-kanak. Kematian yang kembali mengingatkan aku akan beberapa orang terkasih yang lebih dulu pergi. Sahabatku yang luar biasa, yang mencintai dan merindui syahidah, yang rendah hati, yang selalu akrab dengan alqur`annya. Ukhtyku Masyi`ah Fauziah...kecelakaan yang mengantarnya menjadi syahidah bersama bayi yang ia kandung, bayi yang dalam hitungan hari sebenarnya siap untuk terlahir. namun...Ia belum sempat melihat dunia ini, Syurga lebih memilihnya membuka matanya untuk pertama kali.. dia tetap abadi dan kukenang *Kangen banget sama sosoknya yang periang, ramai, dan hangat..*. selain sahabatku, adik kecilku, yang sangat berarti bagiku juga pergi selamanya, abadi di syurgaNya. kematian yang menjemputnya tepat di awal tahun 2014 tanggal 5 Januari 2014. Sabtu yang kelabu, sabtu yang menjerit...*Kangen ketika ia memanggilku "Kholaaaaaaaa" dengan senyum khas dan kucuran keringatnya....

Alhamdulillah Im Fine..

Im fine.... F I N E Alhamdulillah hari ini aku baik2 saja. Dengan semuanya. sebab aku sedang membangun gedung PT Positif Thinking pada dirku.

Berdamai dengan hati

Beberapa waktu lalu emosi itu masih berteman akrab denganku. Bahkan parahnya kecewa itu nimbrung. Tapi, itu kemarin dan kemarinnya. Hari ini dan mungkin sampai nanti aku berharap keadaannya stabil kembali. Kembali menata niat, mencari alasan mengapa aku sampai ada disini, bertahan dengan segala hal yang membuat otakku nyaris selalu berisi keluhan.. empat hari lalu sebuah diskusi ringan dengan kakak lelaki tertua yang tiba2 hadir membuat hatiku memilih berdamai dengan keadaan yang ada. *Nih sesi tumben2an si kakak datang, saat dilema yang panjang terjadi pada hatiku* (Mungkinkah Allah swt mengirimkan hadirnya untuk menata ulang hatiku, niatku?) *mungkin juga nanti aku akan memikirkannya kembali* yeah..(menghela nafas) "Jika kamu mampu melakukan perubahan meskipun sederhana, mengapa tidak?" ucap beliau secara tersirat padaku. mataku yang tak bulet mancoba untuk berputar mencerna ucapan ini. ucapan yang akhirnya menemukan aku pada kenyataan bahwa "Aku mampu mendesain sesu...