Postingan

aku kecewa lagi...

Tak sesederhana yang kupinta  ternyata, ... Jika ada yang bilang sakitnya seperti menelan pil pahit, Yah.....pahit banget. ^_^ Nah, kawan disini aku hanya ingin berbagi kisahku, hanya sedikit *mengedipkan mata*, Jika memungkinkan ingin rasanya mataku tak sekedar berkaca, tapi juga berurai airmata. Mungkin pula ini salahku, selalu menuntut kesempurnaan meskipun aku tahu aku tak sesempurna itu dan pemilik kesempurnaan itu hanya milikNya. *mengkerutkan dahi..* tiba2 bingung mw nulis apaan. Tiba2 seperti yg ada di komik2 serasa ada lampu berkedip di samping kepala kananku *cring!* Nah,...tuh...aku lupa. Pada intinya aku hanya ingin menuliskan bahwa aku sedang kecewa, lagi dan  lagi...hanya itu dan aku hanya ingin mengembalikan fikirku akan harapan padaNya yang tidak pernah diberikan kekecewaan *ampun ideku benar2 nguap..huah.........

mengapa aku harus mengalah?

Coba tanyakan mengapa aku harus mengalah dengan impian. Impian yang sudah dibangun sejak beberapa tahun lalu yang juga bukan tanpa hambatan dan rintangan. Mengapa aku harus mengalah? mengalah hanya karena omongan orang ataupun karena keengganan akan komitmen kurasa semua itu bukan menjadi hambatan untuk mengatakan BERHENTI. Justru ketika langkah itu berhenti hanya kerena kata orang, maka kita kalah pada keputusan diri. Jika kalah karena rasa malas, toh itu biasa. tinggalkan dahulu, carilah aktifitas yang dapat menyegarkan lalu kembalilah fokus, ini juga mudah, tinggal bagaimana mengelolanya. Jika karena komitmen, maka komitmen itupun bisa terus dipertajam. bentangkan kertas putih, tulislaah sebab jika harus mengalah pada impian. kerugiannya yang pasti lebih banyak. Pikirkan pula usaha yang sudah dibangun sejak dahulu, bertahun-tahun. mungkin airmata pernah mengalir, tubuh letih dan sakit... Pikirkan semuanya. Jangan pernah fokus pada perkataan orang. jika mengalah hari ini, mak...

Belajar dari mereka...

Pernahkah kamu merasakan bahwa belajar dari seorang akan kecil adalah kebodohan? Jika seperti itu, buang semua prasangka itu jauh-jauh dari benakmu. Sebab boleh jadi mereka memiliki sesuatu yang lebih atau bahkan lebih baik dari diri kita. Mereka mengajarkan kepada kita bagaimana bersikap apa adanya. mengajarkan bagaimana mengatur emosi, melatih kesabaran dan bagaimana mempergunakan waktu sebagai mana mestinya. Suatu ketika aku tengah berdiri di pinggir taman sekolah tempat aku sejenak memberikan apa yang aku bisa berikan. seorang anak minum sambil berdiri dengan santai, meskipun beberapa orang teman sering mengulang-ulang bahwa hal itu tidaklah dibenarkan. Maka akupun melangkah pasti, menegur dengan bahasaku sendiri. Aku bukanlah guru etika namun aku merasa akupun butuh mengingatkannya untuk meninggalkan kebiasaan itu. Ketika menyampaikan hal itu dengan wajah biasa ia berucap "Tuh, tadi Mr. X minum berdiri boleh..." Liriknya. aku ternganga "Oh my god!" aku te...

Antara ada dan Tiada

ehm... Jangan berprasangka jika saya menuliskan judul itu karena tak menghargai buah karya orang lain.. Ini hanya menggambarkan sebuah kejadian yang sedikit banyaknya menyita waktu dan energi. Memiliki teman adalah keharusan, sebab kita manusia sosial. Namun apapun itu semuanya kembali tentang bagaimana cara kita menyikapinya. Pekerjaanku mungkin adalah pekerjaan bayangan (Ehm..) sebabnya sederhana. karena aku tak menyukai pekerjaan ini secara full. Aku tak suka pekerjaan yang terlalu mengikat. Bagaimanapun juga jika kondisinya seperti ini justru akan mempersulit pikiran dan keputusan untuk dapat melakukan tugasnya dengan baik. Antara ada dan tiada mungkin menggambarkan rasaku hari ini. Pekerjaan ini terlalu menuntut, seolah aku harus mengerjakannya terus menerus. bekerja dibawah tekanan yang terkadang terlepas dari job desk yang seharusnya memang menyita waktu. Hei...apapun itu semua memiliki porsinya masing-masing! tubuhku! fikirku~ Semua mencapai limit lelahnya hari i...

Bosan itu bagaimana menurutmu?

Bosan itu MENYEBALKAN! setidaknya itulah yang kurasakan dan kunikmati hari ini. bosan dengan aktivitas yang tak melulu memberikan tantangan. kalau toh ada maka tantangan itu justru muncul dari individu-individu yang membuat kepalaku rasanya ingin meledak saja. dahulu seorang teman pernah bilang "adakalanya ketika kita ingin berkembang lebih pesat, justru tempat dimana kita menapak tak memberikan dukungan.." aku pun demikian .. bagiku hidup itu bergerak, belajar... bukan hanya menjadi penonton lantas bertepuk tangan jika menemukan sesuatu yang seru. bosan...tak selalu menyenangkan.. seperti yang kukatakan bosan itu tak mampu dibahasakan namun dirasakan. disini, pada sudut hatimu yang sedang mengalami masa kritis. sebabnya banyak. banyak sekali! lingkungan.. teman... atasan... and all.............. semestapun sentak memberikan dukungannya... argh...aku bosan sahabat..

SEPAKBOLA DAN AZAN

            Gema azan ashar sudah menggema. Saling memanggil dari masjid satu ke masjid yang lainnya dengan satu tujuan. Mengajak kaum muslimin untuk segera menuaikan seruan untuk segera datang pada undangan Allah swt di RumahNya. Namun sebuah pemandangan sore itu membuat hembusan nafas terasa berbeda dengan sebelumnya.             Sebuah masjid berdiri kokoh dengan warna hijau yang terang di sebuah wilayah kota yang ramai, sedangkan persis di depan masjid, berjarak hanya beberapa langkah sebuah helatan sepakbola tengah berlangsung ramai dengan penonton yang menjejali hampir seluruh pinggir lapangan bahkan mencangklongkan tangannya di atas batas pagar setinggi dada orang dewasa. Tenang dan asyik menyaksikan helatan sepakbola dengan teriakan yang membahana disertai sorakan pada setiap pemain yang diidolakan.           ...

Pentingnya pendidikan karakter

Belum bisa dikatakan sekolah yang baik jika karakter lingkup yang berada di dalamnya tak sebaik karakter yang dianjurkan. Jika dikatakan IQ seseorang besar pengaruhnya dimasa mendatang, maka lain cerita jika anggapan bahwa yang menetukan kesuksesan itu bukanlah IQ dan EQ saja melainkan SQpun mengambil peranan penting. akan berbeda jika orang yang tumbuh dengan IQ yang baik namun tak bisa menghargai sekitar apatah lagi mampu menampilkan karakter sebagai model yang terbaik. berbicara SQ maka kita berbicara nilai. Nilai bagaimana sebuah transfer yang akan berlaku jangka panjang. Untuk generasi juga untuk kita sendiri.           Setiap sekolah akan mengusung nilai. Entah nilai akademik secara faktuil atau malah justru mencari nilai lebih yang mampu menunjukkan karakter terbaik. orang tua adalah peneliti yang bergerak bukan sekedar memberikan generasinya pendidikan yang layak melainkan juga dituntut jeli untuk memberikan nilai karakter seb...